TRITANGTU: Strategi Kebudayaan dalam Mewujudkan Visi 2045

Rating:

Tritangtu Vs Trias Politica

TRISAKTINEWS.COM, BANDUNG – Disampaikan pada Simposium Pembangunan Negara Kesejahteraan Pancasila: Visi 2045. Gedung MPR-DPR RI, Jakarta 13 Desember 2017. Topik 5- Penanggulangan Korupsi, Ketimpangan, Kemiskinan, Ketidakadilan, dan Ketidakjujuran untuk mewujudkan Negara Kesejahteraan Pancasila: Visi 2045

Tritangtu dalam Sistem Keuangan Trias Economica

Tritangtu merupakan filosofis masyarakat Sunda yang dikenal sejak abad ke-16M  yang tertuang dalam Fragmént Carita Parahiyangan (FCP) yang mengupas adanya “tiga unsur penentu kehidupan di dunia”, yang berpotensi diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan manusia Sunda. Tritangtu berasal dari kata tri atau tilu, yang artinya tiga. Dan tangtu yang artinya pasti atau tentu. Konsep ini menjadi acuan berpikir masyarakat tradisional Sunda yang telah tumbuh  berbad-abad  lamanya, memiliki nilai luhur, dan bisa difahami dalam kurun waktu dan konteks kehidupan yang tumbuh dari masa ke masa. 

Tritangtu Menurut Tradisi Sunda

Konsep ini telah menjadi pakem atau “acuan  ahlak  berbudaya”, atau sebagai rujukan perilaku manusia. Yang meliputi tiga lingkup berkehidupan, yakni (a) Tritangtu di Salira (Personal), (b) Tritangtu di Buana (Komunal), dan Tritangtu di Nagara (Struktural). Atau Atja (1968: 17-43), menyebutnya dengan susunan yang agak berbeda namun maknanya sama, yakni Tritangtu di bumi, Tritangtu  di  lamba, dan Tritangtu di jalma rea. Interelasi ketiganya dapat diilustrasikan sebagai berikut:

Pada konsep tritangtu di salira, pada setiap diri manusia harus memiliki karakter dan jati diri hedap, yakni sikap menjunjung tinggi kebenaran (cageur, bener, bageur) yang lahir dari keyakinan atas ketuhanan (Hyang tunggal). Hedap merupakan  sikap  yang  terjewantahkan, dalam menegakan keberanian yang bijak saat ber-sabda (wanter). Sedangkan hedap harus terwujudkan dalam perilaku/bayu (singer) berupa taat pada azas, peduli pada lingkungan dan produktif. Demikian pula Wanter dituntut untuk diwujudkan dalam bentuk tindakan yang cerdas (singer) dengan konsisten, bertanggungjawab, dan terukur (apa yang dibicarakan itu juga yang dilakukan, dan dipertanggungjawabkan).

Tritangtu Dalam Berbagai Tradisi

Nilai-nilai  dalam  Tritangtu  tidak  bertentangan dengan  Pancasila  dan  UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika. Karena konsep yang terkandung didalamnya memuat tiga nilai utama, yakni ketuhanan (Gusty Hyang Tunggal adalah sumber kebaikan, keberanan, ketauhidan). Kemanusiaan (silaturahmi, gotongroyong, persatuan yang bermuara pada karaharjaan balarea). Kekuasaan (yang terbagi dalam sosok  prabu, resi, dan rama; sama-sama   memegang kekuasaan di bidangnya.  

Dengan memegang prinsip hade goreng ku omong yang bermakna musyawarah. Dari ketiga nilai utama Tritangtu maka secara  secara substansial, memiliki keeratan dan relevansi dengan ideologi Pancasila maupun UUD 1945. Tritangtu mengelompokan sistem nilai pada tiga ranah (lingkup), tiga karakter utama perilaku manusia pada setiap lingkup, serta tiga   pemegang kekuasaan yang bersinergi (resi, prabu, dan rama). Sinergi dari Resi, Prabu, dan Rama bandingkan dengan konsep  “Triple helix” yang  melibatkan kaum Cendekiawan (Intellectuals), Pemerintah (Government), dan Bisnis (Business). (Eka)

Tags:
author

Author: 

Biarlah Sejarah Membaca dan Menjawabnya