Masuki Tahap Mediasi, Perkara Perlawanan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan BANK BTPN

Rating:

Permohonan M.Irwan Yustiarta, SH, (kiri, putih) dan rekan selaku kuasa hukum Pelawan I dan II kepada PN Bandung melalui Majelis Hakim yang diketuai oleh Yuli Sinthesa Tristania, SH agar dalam Provisi/Putusan Pendahuluan menangguhkan pelaksanaan lelang HT terhadap tanah dan bangunan dengan SHM No. 6516. Sedang Dalam Pokok Perkara/Petitum Iwan memohon sebanyak 13 butir.

TRISAKTINEWS.COM, BANDUNG – Dilansir dari pemberitaan indofakta.com, Perkara Perlawanan Lelang atas nama Yeni Yuhaeni dan Drs. Heri Tantan Sumaryana, MSi saat ini memasuki Tahap Mediasi. Agenda tersebut ditetapkan Majelis Hakim setelah para pihak dinyatakan lengkap menghadiri sidang Perlawanan terhadap Lelang Eksekusi Hak Tanggungan Atas Nama Debitur Yana Suryana yang Diterbitkan oleh PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk (BTPN) Mur Regional Jawa Barat 1, Bandung, Dkk. 

Penetapan untuk melakukan mediasi atas perkara No.351/Pdt.G/2018/PN. Bdg tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Hakim Yuli Sinthesa Tristania, SH dihadapan para pihak dalam sidang terbuka (09/10/2018). Saat ditawarkan nama M. Razzad, SH  mediatornya.

Ditemui usai sidang, Pihak Pelawan I dan II mengatakan yang penting pihak Terlawan II dan III bisa menyelesaikannya dengan pihak Pelawan I dan II. Sedang terhadap Terlawan I, Terlawan II selaku Debitur harus bisa menyelesaikannya dengan Terlawan II selaku Kreditur. Ketentuan ini disepakati oleh Pelawan I dan Terlawan I. Saat dikonfirmasi kepada Terlawan II, melalui Sudisman, SH selaku Penasehat Hukum belum menentukan sikapnya.

M.Irwan Yustiarta, SH, bersama dengan Rekan yaitu Rafael Situmorang, SH, Mangiring Sibagariang, SH dan Aneng Sumbangsih, SH selaku Kuasa Hukum Pelawan I dan II mengatakan, Perlawanan terpaksa dilakukan. Perlawanan ditujukan kepada PT. BTPN, Tbk Mur Regional Jawa Barat 1 selaku Terlawan I, Yana Suryana, SE selaku Terlawan II, Widianingrum Fitri selaku Terlawan III, Yani Setiani, SH., M.KN/Notaris selaku Terlawan IV dan KKPKNL (Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Bandung selaku Turut Terlawan).

Adapun dasar dari perlawanan, menurut pihak Pelawan, M. Irwan Yustiarta, SH bahwa kliennya sudah membeli 1 (satu) unit kavling tanah dan bangunan berlantai 2 (dua) di Blok FG Tipe Saphire dengan luas tanah 170 m2 dan luas bangunan 166,56 m2 yang berlokasi di Perumahan Cluster D’Platinum Cikutra Bandung Jalan Cukang Kawung No. 36 Kelurahan Cigadung Kecamatan Cibeunying Kaler Kota Bandung dengan pembelian kepada Yana Suryana, SE dan Widianingrum Fitri menggunakan atas nama PT. Raka Media Swatama dimana Yana sebagai pemilik perusahaan tersebut dengan jabatan Direktur dan istrinya Widianingrum Fitri/istri Yana sebagai pemilik yang juga sebagai penjual tanah dan bangunan tersebut.

Pembelian tanah berikut bangunannya dibeli oleh Yeni Yuhaeni dan Heri Tantan Sumaryana pada tanggal 27 OKtober 2010 seharga Rp1.200.000.000,-  (satu milyar dua ratus juta rupiah) dengan pembelian tunai berjangka dimana setelah pembayaran booking fee Rp10 juta berikut Rp600 juta dan sisa anggaran sebesar Rp600 juta dibayar dengan 4 (empat) kali angsuran masing-masing sebesar Rp150 juta. Pembayaran sudah selesai per 22 April 2011.

Masih menurut M. Irwan, namun setelah lunas baik Yana maupun Widianingrum Fitri tidak melakukan kewajibannya. Tidak sesuai kesepakatan semula yaitu, apabila telah terjadi pelunasan atas rumah yang dibeli Yeni Yuhaeni dan Heri Tantan Sumaryana maka sertifikat atas nama Widianingrum Fitri akan dibaliknamakan.

Seakan coba menghindar, Yana Suryana dan Widianingrum yang diduga bersama dengan Notaris/PPAT membuat PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) dengan Yeni Yuhaeni/Heri Tantan bernomor : 20 Tanggal 13 April 2012. Bayangkan pembelian sudah lunas tahun 2011 PPJB dibuat tahun 2012, ini jelas tidak benar, ada perbuatan yang bersifat melanggar hukum, kata M. Irwan.

Tak sampai disitu. Tanah lokasi bangunan yang dibeli Yeni Yuhaeni/Heri telah menjadi Hak Tanggungan pada PT. Bank BTPN. Pasalnya bila dalam PPJB No. 20 Tahun 2012 tercantum SHM No. 6514, maka muncul SHM No. 6516 dengan lokasi yang sama. SHM No. 6516 sudah menjadi Hak Tanggungan pada Bank tersebut. Hal ini terbukti dari adanya pengumuman lelang pertama eksekusi atas nama Yana tertanggal 16 Juli 2018. Saat dikonfirmasi Kuasa Hukum keduanya, pihak BTPN yang diwakili oleh Ario Teizar Putra mengakui bahwa SHM No. 6516 sudah menjadi HT dan berbeda dengan SHM No. 6514 yang menjadi lokasi tanah dan bangunan yang dibeli Yeni Yuhaeni/Heri Tantan Sumaryana.

Saat dikonfirmasi oleh Yeni Yuhaeni/Heri Tantan Sumaryana kepada PT. Bank BTPN, jawaban yang diterima keduanya sangat mengejutkan yaitu tanah dan bangunan yang dibelinya akan diadakan pelelangan oleh PT. Bank BTPN melalui KKPKNL Bandung sehubungan dengan tunggakan kredit Yana Suryana dimana lokasi tersebut sudah dijaminkan ke PT. Bank BTPN.

Atas hal tersebut, M. Irwan memohon kepada PN Bandung melalui Majelis Hakim yang diketuai oleh Yuli Sinthesa Tristania, SH agar Dalam Provisi/Putusan Pendahuluan menangguhkan pelaksanaan lelang HT terhadap tanah dan bangunan dengan SHM No. 6516. Sedang Dalam Pokok Perkara/Petitum Iwan memohon sebanyak 13 butir. Mediasi akan dimulai pada tanggal 16 OKtober 2018 bertempat di Ruang Mediasi Pengadilan Negeri Bandung Kelas I A Khusus.

Sumber : infofakta dan M.Irwan Yustiarta, SH

Tags:
author

Author: 

Biarlah Sejarah Membaca dan Menjawabnya

One Response

  1. Trisaktinews | Mediasi Perkara Perlawanan Lelang Lanjut, Terlawan II dan III Tak Hadir5 bulan ago

    […] Baca : Masuki Tahap Mediasi, Perkara Perlawanan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan BANK BTPN […]

    Reply

Tinggalkan Balasan